Perjalanan Melelahkan….Jogja-Salaman (Candi Borobudur) PP

 
 

 

  

Penunjuk Arah

 

Wuiih…perjalanan Jogja-Salaman (Candi Borobudur) kali ini sangat melelahkan.  Perjalanan yang hampir sering lakukan sewaktu masa mahasiswa dari Yogyakarta menuju Salaman (Kecamatan setelah Candi Borobudur) sewajarnya ditempuh dalam waktu lebih kurang 1 jam tetapi kali ini sangat melelahkan.  Waktu tempuh yang biasanya hanya 1 jam tetapi kali ini bisa mencapai 3 s/d 5 jam.

 

  

Perjalanan dilaksanakan pada Hari Minggu (12/9) pukul 9.00 WIB dimulai dari tempat Nenek yang bertempat tinggal di Kelurahan Condong Catur.  Sewaktu kami keluar dari kediaman Nenek, mobil menancap gas menuju jalan outer ring road tetapi kami mengurungkan niat tersebut dikarenakan ada Saudara memberi informasi kepada kami bahwa jalan tersbut mengalami kemacetan yang sangat panjang.  Setelah mendapat informasi itu, kami membalik arah dan berniat untuk melewati jalan kampung dimana jalan tersebut hanya selebar lebih kurang 7 m sehingga mobil kami pun tidak bisa menancap gas dengan kencang.  Jalan ini akan tembus ke Jalan Yogyakarta-Magelang dimana jalan ini berseberangan dengan Kantor Samsat Polres Kab. Sleman Yogyakarta. Perjalanan melewati jalan kampung pun sukses ditempuh dan perjalanan kami lanjutkan menuju ke Propinsi Jawa Tengah.  Ruas jalan dari jalan keluar yang kami tempuh hingga menuju simpang tiga ke arah Candi Borobudur dan Kota Magelang sudah sedikit terasa kemacetan yang signifikan.  Pada persimpangan tersebut kami mengambil ke arah kiri dari Yogyakarta kalau mengambil arah lurus akan menuju Kota Magelang  karena kami sering mengambil arah kiri dimana arah ini menuju Candi Borobudur dan jarak tempuh dekat maka kami putuskan melalui jalan ini. 

 

Salah Satu Ruas Kemacetan

 

Pukul 10.30 Tetapi apa yang terjadi setelah menempuh lebih kurang 5 Km dari persimpangan tersebut.  Kemacetan yang sangat panjang sudah terjadi sebelum dan setelah tikungan Candi Mendut.  Hampir 3 jam kami terjebak dalam kemacetan ini,  arus lalulintas sewaktu itu bisa terbilang nihil tanpa ada pergerakan yang berarti hingga mesin mobil kami dan sekeliling mobil kami pun dimatikan bahkan para sopir masih bisa jalan-jalan di tengah-tengah kemacetan itu.  Panas terik menyelimuti kemacetan lalulintas ke arah Candi Mendut dan Candi Borobudur, kadang-kadang arus lalulintas bergerak paling panjang hanya 10 m.   Pergerakan ini mencapai di titik tikungan Candi Mendut dan waktu menunjukkan pukul 13.30, memang di titik Candi Mendut ini merupakan titik pertama kemacetan dimana para wisatawan berkunjung di Candi ini.  Hilir-mudik kendaraan-kendaraan yang keluar masuk di lokasi parkir Candi Mendut sangat mengganggu lalu lintas bahkan Bapak-bapak Polisi yang bertugas sampai kewalahan mengatur  arus lalulintas pada titik kemacetan ini.  Setelah beberapa saat melewati titik tikungan Candi Mendut, hati kami sedikit agak lega karena lalulintas kembali lancar dan perjalanan kami pun dilanjutkan menuju ke arah Candi Borobudur.  

Lorong Kemacetan

 

Pukul 14.00 mobil berhenti kembali terjebak kemacetan lalulintas yang akan menuju ke arah pintu masuk Candi Borobudur.  Di titik ini kemacetan terjadi di simpang tiga dimana arah lurus (dari arah Candi Mendut) merupakan arah pintu masuk plataran Candi Borobudur dan arah kanan menuju Kecamatan Salaman.  Karena kami akan menuju ke Salaman maka mobil meluncur ke arah jalan tersebut.  Lalulintas kembali lancar menuju ruas jalan ini dan mobil kami pun bisa menancapkan gas dengan kencang dan sampai dilokasi yang kami maksud yaitu Kecamatan Salaman jam menunjukkan pukul 14.30, perlu diinformasikan cuaca pada waktu itu merupakan cuaca hujan.  Sebenarnya, kami melaksanakan perjalanan ini akan menghadiri acara keluarga dan bukan untuk berpariwisata. 

Setelah lebih kurang 2 jam acara berlangsung kami bermaksud untuk pulang ke Yogyakarta dengan arah jalan seperti pada waktu berangkat dari Yogyakarta.  Tetapi kami salah perkiraan, jam menunjukkan pukul 17.30 ternyata pada waktu itu kendaraan-kendaraan yang dari Candi Borobudur keluar dari pelataran parkir dan kemacetan dialami oleh kami di ruas jalan Candi Borobudur dan kemacetan kali ini sangat panjang yaitu 15 Km hingga menuju persimpangan Jalan Raya Yogyakarta-Magelang.  Sempat terhenti hampir lebih kurang 1 jam di jalan Candi Borobudur dan sempat para sopir mematikan mobil masing-masing dan duduk-duduk di trotoar atau sekedar berbincang-bincang dengan yang lainnya di luar mobil.  Ratusan bahkan ribuan kendaraan terjebak dalam lalu lintas ini.  Pergerakan arus lalu lintas bisa dikatakan nihil dan bergerak hanya sepanjang 10 m hingga di titik persimpangan dari Candi Borobudur menuju Candi Mendut.  Ada yang mengherankan dan sedikit berpikir logis sewaktu kami tiba di titik persimpangan jalan ini, Bapak-bapak Polisi yang pada siang hari bertugas ternyata pada malam itu tidak menampakkan diri untuk mengatur lalulintas yang terkesan ‘amburadul’ dan bahkan bisa dikatakan di titik ini menjadi ladang bisnis oleh beberapa orang yang menawarkan diri untu menunjukkan jalan pintas menuju Yogyakarta dengan tarif tertentu dan tidak sedikit kendaraan yang bersedia untuk diantarkan melalui jalur tersebut.  Tarif jasa tersebut juga tidak murah paling sedikit 50.000 hingga lebih 100.000 tergantung negoisasi mereka.  Memang, perjalanan melalui jalan pintas ini akan terpaut lebih kurang 10 Km lebih jauh dari jalur yang kami lewati pada siang hari. 

Candi Mendut di Siang Hari

 

Kamipun tetap bertahan melalui jalur yang dilewati pada siang hari.  Suasana gelap dan hujan gerimis membuat kejenuhan dan kepanikan sering muncul dalam diri kami.  Kemacetan ini lebih parah dibandingkan sewaktu pada berangkat pada siang hari.  Akhirnya, perjalanan sampai di titik simpang Jalan Raya Yogyakarta-Magelang tetapi arah menuju Yogyakarta dialihkan menuju Kota Magelang dan diharuskan memutar berkeliling Kota Magelang tetapi mobil kami terpaksa melalui jalan itu, belum mencapai Kota Magelang mobil kami memutarkan diri memotong barisan arus lalulintas dari Kota Magelang untuk bergabung menuju Kota Yogyakarta.  Arus lalu lintas padat merayap terjadi di ruas jalan ini.  Pergerakan bisa dibilang lancar walau terkadang kemacetan tidak bisa dihindari.   Perjalanan bisa dikatakan lancar hingga Kota Yogyakarta setelah melewati jalan masuk Pondok Pesantren Pabelan.

Pukul 23.00 mobil kami pun memasuki perbatasan Propinsi Jawa Tengah dengan Yogyakarta.  Kondisi jalan ini sangatlah lengang dan kami pun bisa mengantarkan Nenek sampai selamat sampai tujuan.  Dan perjalanan ini pun mengisahkan kenangan yang tidak kami lupakan karena baru kali ini perjalanan Yogyakarta menuju Kec. Salaman-Magelang selama 5 jam dimana hanya memerlukan waktu 1 jam saja pada hari-hari normal.

 

 

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: