Holiday Travel at Jogja #2

Mengisi cuti lebaran di jogjakarta selama hampir 10 hari, membuat pikiran saya lepas dari kepenatan pekerjaan.   Seperti tahun-tahun biasanya, lebaran hari pertama diisi dengan acara ‘sungkeman’ dengan kedua orangtua, kakak dan adik.  Tapi lebaran tahun ini hanya mas dudi saja yang berada di Jogja dan adikku si Asep, trus..mas hendi lebaran tahun ini sedang mudik ke Palembang.  Padahal sudah hampir 1 tahun saya tidak bertemu mas Hendi, alhasil bakalan 2 tahun nih..gak bertemu ma mas hendi.

Suasana jalan menuju Maliobor

Suasana jalan menuju Maliobor

Liburan di musim Lebaran, Jogja dipenuhi oleh padatnya wisatawan-wisatawan dari beberapa daerah.  Hampir di setiap ruas jalan protokol yang melintas di Kota Jogjakarta dipenuhi oleh plat nomor luar daerah.  Tempat wisata, tempat makan serta yang tidak luput dari wisatawan yaitu oleh-oleh khas Jogja.

Tapi ada yang unik dalam pikiran saya sewaktu makan makanan favorit saya yaitu soto lenthok khas Pakualaman.  Ibu saya memberitahu ke saya kalau ada makanan ringan yang belum pernah dicicipi oleh saya yaitu ‘mayang’.  Apa sih mayang itu? Nah..mayang merupakan makanan ringan khas dari seputaran pakualaman yang dibuat dari daging sapi yang diiris-iris tipis berwarna cokelat.  Rasanya manis seperti abon sapi, hanya saja abon menyerupai kapas dan kalau mayang diiris-iris tipis, dipikir-pikir malah rasanya mendekati seperti dendeng… lho…?? Sebungkus dari mayang bisa dibeli dengan harga Rp. 2000,00 untuk setiap bungkusnya sebesar setengah genggaman orang dewasa.  Hummm..enak sekali disantap dengan soto lenthuk…ditemani dengan segelas es jeruk.

Ada lagi makanan favorit saya..yaitu soto sulung yang dijual di seputaran stasiun Tugu, tapi sayang..si penjual menuliskan kalau warung soto dibuka pada hari Senin tanggal 28 September 2009..wah..kalau tanggal itu saya sudah bertolak lagi untuk bekerja di Bangka. Tapi gak apa-apalah…lain waktu bakal beli makanan itu.

Mayang

Mayang

Gudeg Tugu..sempat saya hampiri juga bersama kawan dari Jogja juga yang bertugas di satu perusahaan di bangka bernama Hary.  Padatnya pembeli gudeg membuat tempat lesehan tidak bisa menampung, tapi kangen dengan gudeg sudah terobati.

Rencana bulan April saya akan mengambil cuti lagi bersama sang calon istri ke Jogja…sambil bernostalgia bersam-sama di Jogja…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: